<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Hertanto Widodo &#187; Entrepreneurship</title>
	<atom:link href="http://hertantowidodo.com/category/entrepreneurship/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hertantowidodo.com</link>
	<description>Jurnal perjalanan kehidupan sebagai suami, ayah, entrepreneur, konsultan bisnis, dan pemerhati ekonomi syariah serta kebijakan publik</description>
	<lastBuildDate>Thu, 11 Mar 2010 05:26:58 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.5</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>PESTA WIRAUSAHA 2010: Ajang Silaturahim Nasional Pengusaha Indonesia</title>
		<link>http://hertantowidodo.com/entrepreneurship/pesta-wirausaha-2010-ajang-silaturahim-nasional-pengusaha-indonesia.html</link>
		<comments>http://hertantowidodo.com/entrepreneurship/pesta-wirausaha-2010-ajang-silaturahim-nasional-pengusaha-indonesia.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Mar 2010 02:09:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hertanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[Featured Articles]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hertantowidodo.com/?p=117</guid>
		<description><![CDATA[Satu perhelatan akbar untuk para entrepreneur akan segera digelar. Ya, event yang diselenggarakan setahun sekali ini dinamakan “Pesta Wirausaha 2010”.
Lokasi event tersebut di Balai Kartini, tanggal 10-11 April 2010. Acara ini selain diadakan dalam rangka memperingati Milad ke-4 Komunitas Bisnis Tangan Di Atas (TDA), juga lebih jauh bertujuan untuk membangkitkan semangat entrepreneurship di Indonesia.
Event ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Satu perhelatan akbar untuk para entrepreneur akan segera digelar. Ya, event yang diselenggarakan setahun sekali ini dinamakan “Pesta Wirausaha 2010”.</p>
<p>Lokasi event tersebut di Balai Kartini, tanggal 10-11 April 2010. Acara ini selain diadakan dalam rangka memperingati Milad ke-4 Komunitas Bisnis Tangan Di Atas (TDA), juga lebih jauh bertujuan untuk membangkitkan semangat entrepreneurship di Indonesia.</p>
<p>Event ini ditargetkan akan dihadiri oleh minimal 1.500 peserta dan sekitar 10.000 pengunjung. Acara ini juga dapat dimanfaatkan sebagai ajang bertemunya para pengusaha dari berbagai wilayah di Indonesia, untuk saling bersinergi, menambah ilmu dan wawasan, dan bahkan untuk saling bertransaksi.</p>
<p>Sebagai gambaran, berbagai acara hebat akan digelar. Satu minggu sebelumnya, yaitu tanggal 3 April 2010 akan diadakan long march dari Bunderan HI ke Monas. Targetnya untuk menggugah semangat entrepreneur masyarakat. Diperkirakan lebih dari 1.500 orang akan ikut serta.</p>
<p>Kemudian pada tanggal 10 April 2010, di Balai Kartini, berbagai acara menarik telah disiapkan. Antara lain:</p>
<p>-         Pembukaan dengan Keynote Speaker: Jusuf Kalla</p>
<p>-         Talkshow, dengan narasumber: Meneg KUKM, Ciputra, Sandiaga Uno, dll.</p>
<p>-          Seminar, dengan pembicara: Naomi Susan, Susi Pujiastuti, Purdie Chandra, dll.</p>
<p>-          Expo &amp; Bazaar</p>
<p>-          Business Gathering</p>
<p>Di hari berikutnya, tanggal 11 April 2010, acara yang tak kalah menarik juga sudah menanti. Seperti:</p>
<p>-          Pembukaan dengan Keynote Speaker: Tifatul Sembiring (Menkominfo)</p>
<p>-          Seminar, yang menghadirkan narasumber: Nukman Luthfie, Chairul Tanjung, Jamil Azzaini</p>
<p>-          TDA Award</p>
<p>-          Expo &amp; Bazaar</p>
<p>Untuk info lebih lanjut &amp; pendaftaran, silakan kunjungi: <a href="http://www.pestawirausaha.com" target="_blank">www.pestawirausaha.com</a></p>
<p>Mengingat demikian banyak manfaat yang bisa didapat dari event akbar ini, sangat sayang jika acara tersebut dilewatkan. Ayo, mari kita hadiri perhelatan akbar bagi para entrepreneur di Indonesia ini !</p>
<p>Kita manfaatkan event ini sebagai sarana temu nasional para entrepreneur, saling bersilaturrahim, menjalin relasi, bersinergi, mencari peluang bisnis, serta menambah ilmu &amp; wawasan.</p>
<p>Sampai bertemu di “Pesta Wirausaha 2010” !! Salam funtastic sukses mulia&#8230;..</p>
<p>Salam,</p>
<p>Hertanto Widodo</p>
<p><a href="http://www.twitter.com/hertantowidodo">http://www.twitter.com/hertantowidodo</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hertantowidodo.com/entrepreneurship/pesta-wirausaha-2010-ajang-silaturahim-nasional-pengusaha-indonesia.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>STRATEGI MARKETING B2B: Belajar dari Kisah Sukses Perusahaan</title>
		<link>http://hertantowidodo.com/entrepreneurship/strategi-marketing-b2b-belajar-dari-kisah-sukses-perusahaan.html</link>
		<comments>http://hertantowidodo.com/entrepreneurship/strategi-marketing-b2b-belajar-dari-kisah-sukses-perusahaan.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Sep 2009 07:58:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hertanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[Featured Articles]]></category>
		<category><![CDATA[b2b]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hertantowidodo.com/?p=36</guid>
		<description><![CDATA[Majalah Marketing edisi Agustus 2008 ini mengangkat topik utama Marketing B2B (Business to Business). Ada beberapa pelajaran menarik yang bisa kita petik. Siapa tahu bisa diterapkan di perusahaan kita masing-masing.
Yang jelas pasar B2B berbeda karakteristiknya dibanding pasar B2C (Business to Consumer).
Berikut ringkasannya.
Menurut Bambang Bhakti, Presiden Direktur PT Team Master Indonesia, kunci sukses marketing B2B adalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>Majalah <a href="http://www.marketing.co.id/">Marketing </a>edisi Agustus 2008 ini mengangkat topik utama Marketing B2B (<em>Business to Business</em>). Ada beberapa pelajaran menarik yang bisa kita petik. Siapa tahu bisa diterapkan di perusahaan kita masing-masing.</p>
<p>Yang jelas pasar B2B berbeda karakteristiknya dibanding pasar B2C (<em>Business to Consumer</em>).</p>
<p>Berikut ringkasannya.</p>
<p>Menurut Bambang Bhakti, Presiden Direktur PT Team Master Indonesia, kunci sukses marketing B2B adalah QSR. QSR adalah singkatan dari <em>Quality</em>, <em>Speed</em>, <em>Relationship</em>.</p>
<p>Pertama, produk yang dipasarkan harus berkualitas. Kedua, kecepatan pelayanan, seperti kecepatan dalam pengiriman &amp; tepat waktu.</p>
<p>Dan ketiga, <em>relationship</em> atau membangun hubungan baik yang menciptakan saling ketergantungan antar perusahaan. Jika sudah tercipta hubungan yang baik, maka biasanya harga bukan menjadi pertimbangan utama.</p>
<p><a href="http://www.rpxholding.com/">RPX </a>(PT Repex Wahana), salah satu perusahaan jasa pengiriman (cargo) ternama di negara Indonesia, juga sukses menggarap segmen B2B. Saat ini 90% pelanggannya adalah perusahaan, sedangkan 10% individu atau retail.</p>
<p>Strategi jemput bola menjadi andalannya. Tim marketing langsung mendatangi &amp; presentasi di perusahaan-perusahaan yang menjadi target market. Selain itu, RPX tidak hanya sekadar menjual produk jasa pengiriman saja, tapi juga bertindak sebagai konsultan yang memberikan solusi logistik yang efektif &amp; efisien.</p>
<p>Dukungan sistem IT yang canggih juga dilakukan untuk meningkatkan pelayanan. Melalui website, para pelanggan bisa memantau barang yang dikirim. RPX juga telah menggunakan <em>SMS Pick Up and Tracking</em>.</p>
<p>Untuk membangun awareness &amp; menjalin hubungan yang baik, aktivitas <em>customer gathering</em> menjadi pilihan. Selain itu juga banyak mengadakan seminar bisnis &amp; ikut berbagai pameran.</p>
<p>M Kadrial, VP Operation &amp; Customer Service RPX, menyimpulkan bahwa kunci sukses dalam menggarap pasar B2B adalah focus pada <em>excellent product</em>, memberikan <em>excellent service</em>, dan <em>continuous improvement</em>.</p>
<p>Bahkan walaupun harga yang diberikan RPX sedikit lebih mahal dibanding pesaingnya, ternyata hal tersebut tidak mempengaruhi pilihan pelanggan yang memang lebih menekankan kualitas.</p>
<p>PT Avesta Continental Pack, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang packaging untuk produk-produk industri farmasi, juga sukses di pasar B2B. Sekitar 70-80% perusahaan farmasi di Indonesia menjadi pelanggan tetapnya.</p>
<p>Sang Presiden Direktur, Kuntoro W Nurtanio, menjelaskan ada 5 prinsip yang dijalankan perusahaannya. Yaitu prinsip 5R: <em>right quality</em>, <em>right quantity</em>, <em>right time</em>, <em>right price</em>, dan <em>right product</em>.</p>
<p>Selain itu <em>value</em> yang selalu diberikan adalah kredibilitas yang tinggi. PT Avesta tidak mau menerima perusahaan pemalsu obat &amp; jamu yang tidak mengantongi izin resmi dari pemerintah menjadi kliennya.</p>
<p>Peran sebagai konsultan <em>packaging</em> pun dijalankan juga. Sering mengundang dan diundang oleh pimpinan perusahaan klien untuk membahas soal <em>packaging</em>.</p>
<p>Inovasi baru kemasan selalu dikomunikasikan kepada para pelanggan. Caranya baik secara korporat melalui <em>gathering</em>, seminar, atau rekreasi bersama para pelanggan. Juga secara personal dengan main golf atau tenis.</p>
<p><a href="http://www.asaba-indo.com/">PT Asaba</a>, perusahaan distributor peralatan kantor, juga terbilang sukses dalam memasuki pasar B2B. Selain penyediaan alat-alat kantor, bahkan sekarang sudah berkembang juga di bisnis manajemen data, sistem keamanan, sistem survey, dll.</p>
<p>Irene Sugiarto, Product Manager PT Asaba, menerangkan dalam menggarap pasar B2B, Asaba menerapkan 7 langkah, yaitu: <em>branding the people</em>, <em>brand architecture</em>, <em>audience identification</em>, <em>brand positioning</em>, <em>brand personality</em>, dan <em>consistent</em>.</p>
<p>Karyawan harus bisa mempresentasikan <em>brand promise</em>-nya. Kemudian dari situ <em>brand</em> Asaba digaungkan. PT Asaba juga gencar berkomunikasi kepada karyawannya, yaitu agar dalam benak karyawan, bahwa produk Asaba adalah produk yang unik. Sehingga diharapkan si karyawan dapat menularkannya kepada pelangan.</p>
<p>Hal ini juga didukung dengan langkah <em>brand personality</em>.</p>
<p>Kemudian dilakukan identifikasi terhadap pelanggan. Ini berhubungan langsung dengan <em>positioning</em> Asaba. Dan tentunya dari awal hingga akhir harus konsisten dengan berbagai janji.</p>
<p>Rekan-rekan, begitulah kisah beberapa perusahaan yang telah sukses mengarap pasar B2B, yang memiliki potensi bisnis yang luar biasa. Anda tertarik juga untuk menggarapnya ?</p>
<p>Salam <em>Fuuntastic</em> !</p>
<p>Hertanto Widodo<br />
Owner: <a href="http://www.alatperagapendidikan.com/">Zalfa Pusat Alat Peraga Pendidikan</a>; <a href="http://www.tokobrankas.com/">Toko Brankas Online</a>; <a href="http://www.qudwahbeef.com/"></a><a href="http://www.produkpertanian.com/">Distributor Beras Berkualitas</a>; <a href="http://www.grosirbusana.com/">Grosir Busana &amp; Garmen</a></div>
<p><span> </span> <span> </span> <span> </span> <span> <span> <a title="Email Post" href="http://www.blogger.com/email-post.g?blogID=7969670761181255989&amp;postID=5781713552972954566"> </a></span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hertantowidodo.com/entrepreneurship/strategi-marketing-b2b-belajar-dari-kisah-sukses-perusahaan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Franchise Syari&#8217;ah, Why NOT?</title>
		<link>http://hertantowidodo.com/entrepreneurship/franchise-syariah.html</link>
		<comments>http://hertantowidodo.com/entrepreneurship/franchise-syariah.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Sep 2009 08:01:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hertanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi Syariah]]></category>
		<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis syariah]]></category>
		<category><![CDATA[franchise]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hertantowidodo.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Tanggal 20-22 Juni 2008 lalu diselenggarakan &#8220;International Franchise, License &#38; Business Concept Expo &#38; Conference&#8221; di JCC (Jakarta Convention Center).
Saya, melalui bendera Zalfa Alat Peraga Pendidikan (http://www.alatperagapendidikan.com/) berkesempatan ikut sebagai peserta bersama sekitar 20 rekan2 TDA lainnya, antara lain pak Roni Yuzirman, pak Iim Rusyamsi, pak Rosihan, bu Yulia, bu Evi.
Sudah tentu event itu sangat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tanggal 20-22 Juni 2008 lalu diselenggarakan &#8220;International Franchise, License &amp; Business Concept Expo &amp; Conference&#8221; di JCC (Jakarta Convention Center).</p>
<p>Saya, melalui bendera Zalfa Alat Peraga Pendidikan (http://www.alatperagapendidikan.com/) berkesempatan ikut sebagai peserta bersama sekitar 20 rekan2 TDA lainnya, antara lain pak Roni Yuzirman, pak Iim Rusyamsi, pak Rosihan, bu Yulia, bu Evi.</p>
<p>Sudah tentu event itu sangat bagus untuk mengembangkan bisnis kita, karena para pengunjung adalah orang-orang yang memang sedang mencari peluang bisnis.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-20" style="border: 2px solid grey; margin-left: 0px; margin-right: 7px;" title="FranchiseSyariah2" src="http://hertantowidodo.com/wp-content/uploads/2009/09/FranchiseSyariah2.JPG" alt="FranchiseSyariah2" width="320" height="230" />Selama mengikuti pameran tersebut ada wacana diskusi dengan rekan2 yang cukup menggelitik saya. Yaitu tentang konsep Franchise Syari’ah.</p>
<p>Seperti apa itu Franchise Syari’ah ? Hal inilah yang akan saya coba bahas secara ringkas melalui tulisan ini.</p>
<p>Konsep Franchise yang berkembang sekarang ini sebenarnya cukup bagus, namun nuansa kapitalis masih sangat terasa. Selain itu, juga cenderung lebih menguntungkan Franchisor &amp; cenderung lebih merugikan franchisee.</p>
<p>Secara umum, dalam konsep Franchise biasanya franchisor akan mengenakan kepada franchisee beberapa hal, yaitu: franchise fee &amp; royalty fee.</p>
<p>Franchise fee biasanya dibebankan ke franchisee untuk jangka waktu tertentu (biasanya 5 tahun). Sedangkan royalty fee biasanya dihitung dari omzet penjualan.</p>
<p>Menurut saya, di sini terdapat ketidakadilan. Mengapa ? Karena penerapan franchise fee berarti franchisor sudah mengambil untung di depan, sedangkan usaha belum berjalan.</p>
<p>Penghitungan royalty fee dari omzet penjualan juga mencerminkan ketidakadilan, karena berarti si franchisor tidak menanggung risiko. Walaupun usaha tersebut rugi, sepanjang ada penjualan, franchisor tetap dapat royalty fee.</p>
<p>Padahal dalam ekonomi Islam kita diajarkan agar selalu menerapkan &amp; menegakkan keadilan dalam berbisnis.</p>
<p>Konsep franchise berkembang karena di satu sisi ada pengusaha yang sudah berhasil dalam menjalankan bisnisnya, tetapi kekurangan modal untuk mengembangkan lebih besar lagi. Dan di sisi lain ada pihak yang memiliki modal, tetapi belum/tidak memiliki pengalaman atau keahlian dalam berbisnis di bidang tersebut.</p>
<p>Di sinilah dua kepentingan itu bertemu dan bersinergi.</p>
<p>Si franchisor (dalam istilah ekonomi Islam biasa disebut Mudharib) dalam hal ini berkontribusi dengan pengalaman, brand, dan sistem bisnisnya. Sedangkan franchisee (dalam istilah ekonomi Islam biasa disebut Shahibul Maal) berkontribusi dengan modal, baik uang maupun aset.</p>
<p>Kita bisa menjadikan dua kepentingan tadi tetap berpegang pada prinsip-prinsip yang tidak melanggar syari’ah &amp; berlandaskan keadilan. Kita sebut saja franchise dengan prinsip syari’ah.</p>
<p>Oleh karena itu Franchise Syari’ah memiliki karakteristik utama:<br />
1. Tidak mengenakan franchise fee. Hal ini dikarenakan usaha belum berjalan. Setiap keuntungan akan dinikmati setelah usaha berjalan dan ada keuntungan.<br />
2. Royalty fee atau lebih tepatnya bagi hasil, diambil dari gross profit atau net profit. Bisa dihitung dan dibagikan secara bulanan, 3 bulanan, atau sesuai kesepakatan.<br />
3. Usaha tersebut menjadi milik bersama. Proporsi kepemilikan saham dan bagi hasil ditetapkan berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak. Biasanya tergantung kepada karakteristik bidang usahanya. Dan kepemilikan usaha ini bisa dibatasi waktu atau bisa juga selamanya, tergantung kesepakatan.<br />
4. Dalam kerjasama ini, franchisee (shahibul maal) bisa terlibat dalam manajemen usaha ataupun tidak.</p>
<p>Profit akan bisa dinikmati oleh kedua belah pihak manakala usaha tersebut sudah berjalan dan menghasilkan keuntungan. Jika belum menghasilkan profit, maka kedua belah pihak tidak akan mendapatkan apa-apa.</p>
<p>Dengan karakteristik seperti di atas, maka kedua belah pihak (franchisor/mudharib &amp; franchisee/shahibul maal) akan memiliki tanggungjawab yang sama untuk memajukan usaha tersebut.</p>
<p>Tidak seperti yang banyak terjadi sekarang, yang lebih banyak merugikan pihak franchisee. Karena pihak franchisor sudah ‘mengambil profit’ di depan, sehingga kadang-kadang menjadi kurang peduli kepada keberhasilan usaha.</p>
<p>Dengan konsep ini franchise syari’ah ini, pihak franchisor tetap dapat mengembangkan usahanya dengan modal pihak lain, dan orang yang ingin memiliki usaha (franchisee) dapat memulai usahanya tidak dari nol.</p>
<p>Dalam ekonomi Islam, transaksi bisnis seperti ini disebut dengan mudharabah atau musyarakah. Wallahu’alam bishshowab.</p>
<p>Ingin menerapkannya dalam pengembangan bisnis anda ?</p>
<p>Wassalam,<br />
Hertanto Widodo</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hertantowidodo.com/entrepreneurship/franchise-syariah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Internet + Business = Renew of Business Value</title>
		<link>http://hertantowidodo.com/entrepreneurship/internet-business-renew-of-business-value.html</link>
		<comments>http://hertantowidodo.com/entrepreneurship/internet-business-renew-of-business-value.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Sep 2009 07:53:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hertanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[Internet Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[internet business]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hertantowidodo.com/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[Tanggal 14 Agustus 2008 menjadi saksi digelarnya seminar hasil kolaborasi antara Google &#38; Detikcom. Seminar bertajuk “Memanfaatkan Internet Untuk Pengembangan Bisnis“ ini diselenggarakan di Hotel Ritz Carlton &#38; dihadiri oleh sekitar 1.000 orang.
Saya hanya akan menyampaikan beberapa point penting dalam seminar tersebut yang dapat dijadikan bekal dalam mengembangkan bisnis kita.
Pembicara pertama, ibu Eva Yusuf, PhD [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tanggal 14 Agustus 2008 menjadi saksi digelarnya seminar hasil kolaborasi antara Google &amp; Detikcom. Seminar bertajuk <strong>“Memanfaatkan Internet Untuk Pengembangan Bisnis“</strong> ini diselenggarakan di Hotel Ritz Carlton &amp; dihadiri oleh sekitar 1.000 orang.</p>
<p>Saya hanya akan menyampaikan beberapa point penting dalam seminar tersebut yang dapat dijadikan bekal dalam mengembangkan bisnis kita.</p>
<p>Pembicara pertama, ibu Eva Yusuf, PhD (Associate Director PT Synovate Indonesia) memaparkan peta pengguna internet di Indonesia. Salah satu data yang menarik adalah dari sekitar 27,6 juta pengguna internet di Indonesia (data tahun 2007), ternyata sebagian besarnya adalah kaum muda.</p>
<p>89% penggunaan internet adalah untuk browsing, 87% untuk melakukan email, 75% untuk chatting, 46% untuk download, dan 18% untuk main game.</p>
<p>Kemudian pembicara kedua, pak Budiono Darsono salah satu founder Detikcom menjelaskan bagaimana peran internet dapat meningkatkan nilai suatu bisnis.</p>
<p>Diawali dengan ilustrasi menarik tentang dunia masa depan yang serba digital &amp; serba mobile. Digambarkan bahwa di masa depan, orang akan bisa bekerja dimana saja, bisa di taman, di mobil, di pekuburan, bahkan di puncak gunung salju.</p>
<p>Satu point yang sangat mengena di saya dari paparan beliau, yaitu adanya 3 pilar dalam berbisnis secara online.</p>
<p>Pertama, Search Engine. Maksudnya bagaimana agar website kita, yang merupakan alat bantu promosi, bisa masuk di halaman pertama search engine seperti google &amp; yahoo. Ini tentunya perlu ilmu SEO (Search Engine Optimization). Tujuannya adalah agar web kita mudah ditemukan oleh calon customer.</p>
<p>Kedua, Online Advertising. Agar bisnis kita dikenal oleh banyak orang, maka kita perlu memasang iklan di berbagai web iklan. Salah satunya yang ditawarkan adalah Adpoint dari Detikcom &amp; Adwords dari Google.</p>
<p>Ketiga, Community Building. Agar kita bisa membangun loyalitas customer, sangat dianjurkan agar kita bisa membangun komunitas pelanggan. Salah satu alat yang bisa digunakan adalah dengan blog atau mailing list.</p>
<p>Sedangkan pembicara ketiga, Mr. Derek Callow, Marketing Lead – Southeast Asia Google Inc, banyak menceritakan pengalaman &amp; strategi keberhasilan Google sampai saat ini. Juga beberapa produk unggulan Google seperti Adwords.</p>
<p>Acara juga diselingi dengan pembagian doorprize. Dimana ternyata nama saya termasuk yang dipanggil oleh Mr Derek untuk menerima doorprize berupa tas laptop. Thanks banyak ya.</p>
<p>Tak lupa saya ucapkan terimakasih yang tak terhingga kepada mas Andrias Ekoyuono dari Detikcom yang telah mengundang para member TDA untuk hadir di acara tersebut. Semoga ke depan sinergi Detikcom dengan komunitas-komunitas UKM makin erat.</p>
<p>Salam Sukses !</p>
<p>Hertanto Widodo</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hertantowidodo.com/entrepreneurship/internet-business-renew-of-business-value.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Belajar dari Warren Buffet</title>
		<link>http://hertantowidodo.com/entrepreneurship/belajar-dari-warren-buffet.html</link>
		<comments>http://hertantowidodo.com/entrepreneurship/belajar-dari-warren-buffet.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Sep 2009 07:28:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hertanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Entrepreneurship]]></category>
		<category><![CDATA[Featured Articles]]></category>
		<category><![CDATA[investasi]]></category>
		<category><![CDATA[warren buffet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hertantowidodo.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Nama Warren Buffet cukup dikenal oleh banyak orang di dunia, terutama di kalangan para investor. Saat ini dia dinobatkan sebagai orang paling kaya di muka bumi ini.
Kakek kaya ini pun telah menyumbangkan sekitar US $ 31 milyar untuk kegiatan sosial.
Sebagai calon orang kaya, kita perlu juga belajar dari si kakek ini. Karena memang ada beberapa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Nama Warren Buffet cukup dikenal oleh banyak orang di dunia, terutama di kalangan para investor. Saat ini dia dinobatkan sebagai orang paling kaya di muka bumi ini.</p>
<p>Kakek kaya ini pun telah menyumbangkan sekitar US $ 31 milyar untuk kegiatan sosial.<br />
Sebagai calon orang kaya, kita perlu juga belajar dari si kakek ini. Karena memang ada beberapa sisi menarik dari kehidupannya yang dapat kita ambil sebagai pelajaran.</p>
<p>1. Warren Buffet pertama kali membeli saham untuk investasi pada saat berusia 11 tahun. Dan dia mengatakan bahwa itu sebenarnya sudah terlambat.<br />
Pelajarannya adalah: “Ajarkanlah anak-anak kita untuk berinvestasi sejak usia dini.” Hal ini akan terbawa terus dalam pola hidupnya.</p>
<p>2. Dia berhasil membeli sebuah lading kecil pada usia 14 tahun dari hasil menjadi pengantar koran.<br />
Pelajarannya adalah: “Ajarkanlah anak-anak kita untuk berbisnis sejak kecil. Dan sesuatu akan bisa dibeli dari hasil bisnis &amp; menabung.”</p>
<p>3. Dia tetap tinggal di rumahnya yang relatif kecil, berkamar 3, dan sudah ditempati sejak menikah 50 tahun yang lalu. Dia mengatakan: “Saya memiliki segalanya di rumah ini.<br />
Pelajarannya adalah: “Belilah sesuatu yang benar-benar anda butuhkan.”</p>
<p>4. Dia menyetir sendiri mobilnya kemana saja dan tidak pernah membutuhkan sopir maupun bodyguard.<br />
Pelajarannya adalah: “Jangan pernah tergantung pada orang lain, hiduplah mandiri dan jadilah dirimu sendiri.”</p>
<p>5. Dia tidak pernah mengendarai jet pribadinya, meskipun dia memiliki perusahaan jet terbesar di dunia.<br />
Pelajarannya adalah: “Selalulah berpikir cukup &amp; bersyukur dengan apa yang engkau miliki.</p>
<p>6. Perusahaannya, Berkshire Hathaway, memiliki 63 anak perusahaan. Dia hanya menulis satu surat kepada para CEO-nya, yaitu memberitahukan mereka tentang target tahun itu. Dia tidak pernah rapat atau memanggil mereka.<br />
Pelajarannya adalah: “Letakkanlah orang yang tepat pada posisi yang tepat.”</p>
<p>7. Dia hanya membuat 2 peraturan untuk para CEO-nya:<br />
1) Jangan habiskan uang pemegang saham<br />
2) Jangan lupa peraturan No. 1<br />
Pelajarannya adalah: “Buatlah suatu target yag jelas dan buatlah mereka fokus terhadap target tersebut.”</p>
<p>8. Dia tidak banyak bergaul dengan kalangan kelas atas. Dia banyak menghabiskan waktunya makan popcorn dan menonton TV di rumah.<br />
Pelajarannya adalah: “Jangan suka pamer, jadilah diri sendiri.”</p>
<p>Warren Buffet termasuk orang yang tidak suka membawa handphone, bahkan tidak mempunyai computer di mejanya.</p>
<p>Bill Gates, sang pendiri kerajaan Microsoft, lima tahun lalu pernah mengadakan pertemuan dengan Warren Buffet. Rencana awalnya Bill Gates hanya akan bertemu sekitar 30 menit saja. Tapi kenyataannya, dia menghabiskan hampir 10 jam untuk berbincang-bincang dengan Warren Buffet.</p>
<p>Warren Buffet sempat memberikan nasehat untuk anak-anak muda. Apa itu ?</p>
<p>Dia bilang: “Jauhkanlah dirimu dari pinjaman bank atau kartu kredit. Berinvestasilah dengan apa yang kamu miliki. Serta ingatlah bahwa:<br />
(1) Uang tidak menciptakan manusia, tapi manusialah yang menciptakan uang<br />
(2) Hiduplah sederhana dan jadilah dirimu sendiri<br />
(3) Jangan melakukan apapun yang dikatakan orang. Dengarkan mereka, tapi lakukan apa yang baik saja untuk dirimu<br />
(4) Jangan memakai sesuatu karena merk, pakailah yang benar-benar nyaman untukmu<br />
(5) Jangan habiskan uangmu untuk hal yang tidak benar-benar penting<br />
(6) Jika engkau telah berhasil dalam hidupmu, berbagilah dan ajarkanlah kepada orang lain.</p>
<p>Bagaimana rekan2, ada yang berminat mengikuti pengalaman &amp; nasehatnya ?</p>
<p>Salam funtastic…!</p>
<p>Hertanto Widodo</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hertantowidodo.com/entrepreneurship/belajar-dari-warren-buffet.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
